Rabu, 16 Mei 2012

Kumpulan Puisi


galau
bukan aku ini suka menggerutu
bukan aku ini senantiasa
galau
bukan aku ini selalu memilu
bahkan bukan aku ini menyendu
tapi aku coba menabir ilmu
dengan untaian memelayu
walau tanpa melodi syahdu
yang menyatu menjadi lagu
memang kadang gerutu itu mengadu
memang galau itu seperti bunga layu
tapi inilah aku
dengan hati serta jantung memacu
hingga kesetiap darahku
menjadi lantunan bisikan kata rindu
di setiap langkah yang tertuju
(karya : dian a. noor)
Cinta Andai Kau Tahu Isi Hatiku

Seandainya kau tahu, aku begini karena aku sangatlah mencintaimu
Namun tiada henti kau membuat aku merasa sakit,
Tiada henti kamu membuat aku selalu menangis…
Apakah aku tidak berarti?
Aku sadar, aku tidak bisa menjadi segalanya untukmu..
Dan maafkan aku…
Namun kau juga harus menyadari,
Bahwa kaupun tidak bisa menjadi segalanya untukku
Aku tau kita tak bisa menikmati malam penuh bintang diatas pegunungan
Aku tau kita tak bisa menikmati hembusan angin malam dipinggir pantai
Aku tau kita tak akan selamanya berjalan beriringan…
Namun apakah aku sering mempertanyakan hal itu padamu?
Bukankah tidak?
Apakah aku sering menuntutmu agar kau selalu ada
waktu untukku?
Tidak…
Kenapa kau tak pernah menyadari itu?
Ketika kau pergi dengannya, aku tau kau menikmatinya dengan indah
Denganku tak pernah sama sekali….
Aku sabar…
Ku coba tahan air
mata ini agar tak jatuh dan menitik,
Tapi ternyata aku lemah….aku tak bisa….
Andai kau mengerti,
Bahwa aku sangat mencintaimu
karya: vershan derviorst
HIDUPINI
Betapa singkat kurasa..
Tak ku sadar kini ku beranjak dewasa..
Hidupku memang tak selalu manis dan terjaga..
Namun akan ku jalani sekuat tenaga..

Terkadang air mata ku terjatuh..
Merasakan pahitnya hidupku..
Tapi dibalik semua itu..
pasti akan ada senyuman yg datang menyapaku..


Hidup ini begitu singkat..
Namun ku punya orang2 yg sayang padaku..

Tuhan..
Bila tiba waktu ku untuk menutup mata..
Ku inginkan ketenangan dalam peluk-Mu..
Lepaskan semua beban yg kurasa dalam hidupku..

Tuhan..
Meski terkadang aku lalai akan perintah-Mu..
Meski banyak kesalahan yg pernah aku lakukan pada-Mu..
Ampuni aku..aku mohon..Tuhan..

Setulus kasih putihku
Masih.. kugapai sorot indah matanya
Juga kudapati senyum yang melemahkan hati
Sejenak hati tak tahu apa artinya?

Kurasa bahagia, saat aku melihatnya
Kurasa juga sesuatu yang menyesakkan
Dengan segenggam kasih dan sayang yg kupunya
Sepertinya aku sangat menginginkannya
Hingga kubiarkan egoku melukainya

Entahlah?
Aku masih sama
Berharap secercah rasa yg ada menjadi bermakna

Meski untuknya aku layaknya hembusan angin
Yang melewati hari indahnya sesekali

Tapi tulus kasih yang ku punya
Telah memberiku sebuah jawaban
Bahwa..
Aku takkan pernah lelah menunggunya
Hingga saat ia tahu aku selalu ada untuknya
Hingga ia merasakan hal yang sama

Walau nanti kudapati luka dari tutur katanya
Walau akhirnya kenyataan tak berakhir baik
Untukku dan perasaan yang kupunya

Ia masih menganggap semua tak sempurna
Tetaplah akan kutampakkan senyum bahagia
Sekalipun hati merasa meneteskan airmata yang tertahan
Memanggil namanya atau selalu saja mengingat kenangan terindah yang pernah ada

Apapun itu ?
Entah berapa banyak lagi luka yang kuterima
Aku masih akan mencintainya
Dengan kasih putih yang tulus hanya untuknya
Dengan rasa angan yang hampir saja terwujud

Aku tetap akan menjalani hari-hari
Dimana kusimpan kesedihan didalam hati
Dan berpura-pura menjadi bukan diriku sendiri
Menyembunyikan semuanya
Termasuk luka yang ia ciptakan seolah tak pernah ada
Karena bagiku mencintainya tak harus memiliki jiwanya
Tak mesti saat yang sama

Karya : desi eka sari

Kau kulepaskan
Telah lama aku berdiri diujung senja, dengan awan jingga diantara mega, memblakangi bayangan hitamq sndiri, mencoba melupakan namamu yg lama tertinggal dihati.
Dahan kering membelah matahari, qjinjitkan kaki dengan telapak penuh duri,
ingin berlari namun begitu pedih luka ini, ragaq hidup namun trasa mati.

Kini wajahmu digenggamanq, tlah kubingkai dengan air mata pilu, mengalir dicela2 rekahan hati, sungguh kau yg tlah kucinta slama ini.
Q siap meninggalkan malam, menghapus dingin dengan kesejukan, q sanggup tinggalkan sang bulan, menggapai cahaya yg lebih terang.
Trima kasih cinta…
Kaulah cinta terindah, namun ternyata tidak dengan akhirnya.

By: A’D'E.

Untuk Orang yang Kusayangi


Untukmu yang ku sayangi ..
Dimanakah dirimu kini berada sayang ..
Mengapa kau pergi tinggalkan Rindu disini ..
Aku sangat merindukanmu ..

Datanglah sayang ..
Bawalah obat untuk RINDU ini..
Kembalilah Dan jangan tinggalkan aku lagi ..
Peluklah aku erat erat,,jangan kau lepaskan lagi ..

Aku sangat mencintaimu ..
Aku sangat menyayangimu ..

By : N32Nk To Eko kasiyanto.

 

Ibu yang kan Ku Kenang Selalu



Ibu
Detik demi detik waktu kujalani bersama do’amu
Bersama semilir kasih yang kau berikan padaku
Berbumbu cinta suci dari dalam hatimu
Berperisa nyaman dalam jiwaku

Ibu
Engkau laksana embun
Hening namun menyejukkan
Engkau bagai mentari
Menyinari namun tak kenal waktu

Ibu
Jiwamu adalah hal terindah dalam hidupku
Yang kan ku kenang selalu
Di sepanjang perjalanan hidupku
Sampai nanti kematianku

karya : Faridatun Ni’mah

Engkau Masih Perempuanku



Perempuanku
Sekian lama engkau rebah dalam kebimbanganmu
Setelah jauh engkau bermimpi dalam kepalsuan itu
Sejenak bebas engkau telah arungi duniamu
Tidakkah engkau lelah
Tiadakah engkau letih,penat dan jenuh
Dengan segala yang telah engkau alami.?

Perempuanku….
Hidupmu bukan hanya untukmu
Jiwamu bukan semata milikmu
Ragamupun bukanlah putaran waktu

Tidakkah engkau merasa hidupmu tak harus sempurna
Mampukah engkau membawa jiwamu yang telah terlena
Haruskah engkau menuruti gerak ragamu yang semakin renta.?

Tak perlu engkau terus bersembunyi di sebalik tirai senyum dan mata indahmu itu
Kembalilah sayang
Hidupmu tak harus sempurna
Kembalilah sayang
Jiwamu tak boleh terus terlena
Kembalilah Pesona,
Kembali padaku
Karena jiwa ini masih merinduimu
Kembalilah dalam dekapanku
Karena jiwa ini masih menginginkanmu
Karena engkau masih perempuanku
Walau ku tahu ragamu takkan pernah menjadi milikku

*Ran,23.04.2012*
(By: Slamet Rochatin)



Rindu Seorang Sahabat



sahabat….
dulu dikala kita bersama
kita saling berbagi, saling mangasihi
saling mengerti
tapi….
setelah engkau pergi dariku
kini hidupku terasa hampa
tiada ada lagi yang mengasihiku
selain dirimu sahabat….
kau yang terbaik dihidupku…

Sahabat….
AKU RINDU PADAMU……

by : Afifah Ayu Gensideche


LAUT YANG RAMAI
by Ayi Jufridar

Laut mendadak ramai
deburan ombak terseret angin
ke tengah samudera itu
sedang di bibir pantai
orang saja menari-nari

Laut mengundang sehamparan gunung samudera
datanglah dari penjuru segala
melihat kami menari
menjelang akhir sodorkan air
ketika tubuh bermandi peluh
tapi jangan suguhkan seudati*)
sebab ia sudah mati

Datang,
datanglah dari penjuru segala
ramaikan laut kami yang sepi
dengan lagumu yang sarat cinta

Lhokseumawe, Juni 2005
*) nama tarian terkenal Aceh
LAUT
by Kuntowijoyo

Siapa menghuni pulau ini kalau bukan pemberani?
Rimba menyembunyikan harimau dan ular berbisa.
Malam membunuhmu bila sekejap kau pejam mata.
Tidak. Di pagi hari kautemukan bahwa engkau
di sini. Segar bugar. Kita punya tangan
dari batu sungai. Karang laut menyulapmu jadi
pemenang. Dan engkau berjalan ke sana.
Menerjang ombak yang memukul dadamu.
Engkau bunuh naga raksasa. Jangan takut.
Sang kerdil yang berdiri di atas buih itu
adalah Dewa Ruci. Engkau menatapnya: menatap dirimu.
Matanya adalah matamu. Tubuhnya adalah tubuhmu.
Sukmanya adalah sukmamu. Laut adalah ruh kita
yang baru! Tenggelamkan rahasia ke rahimnya:
Bagai kristal kaca, nyaring bunyinya.
Sebentar kemudian, sebuah debur
gelombang yang jauh menghiburmu.
Saksikanlah.
Tidak ada batasnya bukan?

PEMANDANGAN DI QUE-LIN
by Husseyn Umar

gunung-gunung dan bukit-bukit hitam
tinggi dan tajam
menjulang menusuk-nusuk awan

air sungai Li berkelok-kelok
bermain-main di celah kaki-kakinya

bilakah sebenarnya
dewa-dewa telah turun dari langit
sempat-sempatnya membuat
pahatan alam yang begini cantik!

ANGIN LAUT
by Kuntowijoyo

Perahu yang membawamu
telah kembali
entah ke mana
angin laut mendorongnya ke ujung dunia
Engkau tidak mengerti juga
Duduklah
Ombak yang selalu
pulang dan pergi.
Seperti engkau
mereka berdiri di pantai
menantikan
barangkali
seseorang akan datang dan menebak teka-teki itu.

KEINDAHAN ALAM
Batapa indahnya alam in
Laut berombak-ombak
Awan berarak-arak
Udara segar bertiup-tiup

Aku berdiri di atas guning,
Berdiri di bawah langit
Untuk melihat keindahan alam,
Keindahan dunia

Aku mempertaruhkan nyawa,
bertahan diri di atas guning
Demi melihat keindahan alam
keindahan ciptaan Tuhan


bayangmu

setiap hari,setiap jam&setiap detik
kemanapun ku melangkah kuingat kmu
bayangmu slalu dlam benakku
slalu&slalu muncul di lamun ku

ingin ku lepas,
tapi ku tak sanggup
ingin ku memilikimu,
tpi ku tak mampu

berulang kali ku bangun
berulangkali pula ku jatuh
ku taktahu mungkin ini semua salah q
yg slalu mlanggar janji qw

q tak tahu apa smuaitu kesempatan
autu hanya angin surga dari bibir manismu
yg slalu berhasil menyentuh hati kecil ku
dan yg membuka harapan besar ku

pikiranmu sangat sulit tuk ku tebak
dan bibir manismu yang slalu menghanyutkanku
tak jarang angin surga yg kau beri
tak jarang pula ku mengharapkannya

mungkinkah ini semua salahku
yang slalu mengharapkan mu
yang slalu menunggu cintamu
meski ku tau ku takkan pernah dapatkan mu

ingin jalan berdua sengan mu
ingin ku kluarkan seluruh isi hati ku
untuk yg kesekian kalinya
dan mungkin tuk yang terakhir kalinya

jikalau kau masih menolak ku
mau takmau ku harus siap
tak akan ku ganggu hidupmu agi
& kan slalu ku usahakan melupakanmu
meski ku tau itu teramat sulit

“sahabat yang hilang”

dalam diam…
q teringat semua tentang sejuta kenangan indah…
antar dirimu dan diri q…
yang membuat q semakin tak mengerti..
tentang diri mu..
kau diam..
kepada q..
kau tak perduli lagi akan hadirnya diriku di sisimu…
q mencoba untuk bertahan…
dengan semua ini…
namun …
apakah kau mw mengerti..
dengan semua pengorban q..
kini…
q kehilangan arti seorang sahabat..
yang dulu perna ada..
di setiap suka maupun duka..
kini dia pergi meninggalkan semuanya..
meninggalkan sejuta goresan di hati..
dalam diam q…
berdo’a…
semoga sahabat q yang hilang dapat kembali lagi kepada q..
menjalanin hari bersama..
mengarungin setiap masalah bersama..
wahai sahabat q..
kembali lah dirimu seperti yang dulu..
q merindukkan..
sejuta senyuman dan tawa..
yang menghiasin…
setiap hari-hari q..
yang gelap tanpa..
cahaya…
dari mu…

TJERITA BUAT DIEN | Beta

Beta Pattiradjawane
jang didjaga datu datu

Tjuma satu
Beta Pattiradjawane
kikisan laut
berdarah laut

beta pattiradjawane
ketika lahir dibawakan
datu dajung sampan

beta pattiradjawane pendjaga hutan pala
beta api dipantai,siapa mendekat
tiga kali menjebut beta punja nama

dalam sunyi malam ganggang menari
menurut beta punya tifa
pohon pala, badan perawan djadi
hidup sampai pagi tiba

mari menari !
mari beria !
mari berlupa !

awas ! djangan bikin bea marah
beta bikin pala mati, gadis kaku
beta kirim datu-datu !

beta ada dimalam, ada disiang
irama ganggang dan api membakar pulau …….

beta pattiradjawane
jang didjaga datu-datu
tjuma satu

KARAWANG BEKASI

Kami yang kini terbaring antara Karawang-Bekasi
Tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami
Terbayang kami maju dan berdegap hati?
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu
Kenang, kenanglah kami
Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum apa-apa
Kami sudah beri kami punya jiwa
Kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu jiwa
Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan
Ataukah jiwa kami melayang untuk kemerdekaan, kemenangan dan harapan
Atau tidak untuk apa-apa
Kami tidak tahu, kami tidak bisa lagi berkata
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kenang-kenanglah kami
Menjaga Bung Karno
Menjaga Bung Hatta
Menjaga Bung Syahrir
Kami sekarang mayat
Berilah kami arti
Berjagalah terus di garsi batas pernyataan dan impian
Kenang-kenanglah kami
Yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Karawang- Bekasi


PUISI TUK TEMAN

Bagaimana kau akan tahu

Bagaimana kau akan tahu
Segala perasaan yang membebaniku
Sedang jarak memisahkan aku denganmu

Bagaimana kau akan tahu
Bahwa aku disini begitu mengingatmu
Sedang kita tak pernah berkata.

Bagaimana kau akan tahu
Hatiku tak mampu berpaling
Sedang dirimu selalu merasa ragu

Bagaimana....

MEMORY

RINDU
tuk kaka Itho,aswin...teman2 kohati

Kawan...janganlah katakan
Bahwa aku melarikan diri dari perjuangan
Sesungguhnya aku baru memulainya

Di kejauhan aku merasa tersiksa
Suka-duka yang aku lewati sendirian
Tak akan bisa tergantikan
Dan tak seindah selain bersama kalian

Aku rindu tuk menyelimuti para kader Kohati
Dikala malam saat mereka terlelap
Rindu kemarahan dan air mata para kader ikhwan
Karena aku selalu dituduh mencipta masalah.

Kepergianku untuk menjauh dari kalian
Bukan karena aku membawa masalah
Sungguh...apa yang ku lakukan demi kebahagiaan keluarga
Meskipun mempengaruhi sebuah eksistensi.

Kawan...
Ber-HMI harus ikhlas dan sabar
Dan dengan niatan tulus dan suci tanpa tendensi
Seandainya..kalian menghadapi suatu masalah
Anggaplah itu adalah bunga romantisme
Ritmes dari suatu perjuangan

Janganlah tak ada sapa
Janganlah tak ada senyum
Janganlah ada kata melarikan diri dari sekret
Dan...
Janganlah ada kata pengunduran diri
Meskipun telah terjadi konfrensi luar biasa.
slamat tuk aswin sebagai kecab palu

PUISI

SEPUTIH HATI
untuk mu

saat ini aku akan pergi jauh.
demi kerinduanku yang semakin sangat..
demi sebuah pengabdian.
pada ayah bunda

jujur aku akui
aku masih mengingatmu...

Dan...
aku tak akan bisa melupakanmu.
Dan...yakinlah
aku akan menunggumu di dermaga.

ENTAH.

ENTAH...

Entah...
Dalam dekapan rasa
Untuk berapa kali aku duduk di sini.
Entah...
Dalam dekapan rindu.
Berapa kali lagi aku akan di sini.
Saat ini...
Dengan segala asa.
Masih duduk di dermaga tua ini.
Entah...sampai kapan aku di sini
Mungkin...ya...mungkin.
Sampai tidak ada lagi dermaga
Di kota ini.
Entahlah...

PUISI IJO-PUTIK

Ce-Ve
terinspirasi dari Muti(sabar ya.....)

Hati terusik menghiba tak terkira
Merana dalam suasana hampa.
Bagai perindu yang merindukan janji.
Janji terpatri akan kearifan...lokal.

Harapan dan impian menerawang.
Jauh menembus batas getaran rasa.
Si kupu tak punya daya.
Karena tak punya Ce-Ve.

Pikiran melayang.
Karena bukan bagian dari pilihan.
Karena memang bukan pilihan.
Sayang...harapan ingin menjadi yang beda
Diantara bidadari.
Punah...

Menelusuri relung-relung hati.
Kepastian akan wajah yang terpoles...dan
Tersadari...tak memiliki Ce-Ve.

Jadi gimana doooonk?????
tuk sahabatq dulla yg lagi jalan2

PUISI TUK SAHABAT

IKRAR
tuk yg dah nikah "La-ro-se"

Mega bertebaran di langit jingga sore itu.
Senandung kata bernada terbawa angin
Yang menari di sela reranting.
Bersuara merdu bak perindu merindu.

Wajah manis duduk di altar ketermanguan.
Menikmati penantian dalam kesendirian.
Mencari asa yang masih tertinggal di antara realitas.
Mungkinkah harap itu menjadi nyata.
Wujudkan impian dalam khayal.

Bilakah dermaga hidup terlabuhi.
Menukar sunyi dalam kegaduhan.
Menghadirkan keriangan dalam keramaian.
Menjadikan senandung cinta dari pencinta
Lebih bermakna...

Tarian waktu yang tak terhenti.
Berkuasa membawa diri pada masa dan ruang kepastian.
Musim semi itu akhirnya terjemput.
Pijar-pijar bahagia bergelayut di taman sang pencinta.
Menyesakan dada hingga tak mampu berkata

Ikrar suci yang terlantun.
Menjadi saksi cinta abadi

PUISI TUK KOHATI

WANITA SHOLEHAH

Laksana rembulan...
Menyinari insan bumi.

Jika ia memandang...
Dunia seakan tergetar karena ketulusannya
Jika ia berkata...
Dunia seakan terlena karena kelembutannya.
Jika ia tersenyum...
Duniapun ikut tersenyum karena keikhlasannya.

Laksana pelita...
Tubuh terbakar demi sebuah pengorbanan.
Menjadi penuntun di tengah gemerlapnya dunia.

Laksana sahabiyah...
Langkah kakinya bagai langkah Fatimah.
Hidupnya penuh ketenangan jiwa.
Karena hatinya selalu berdzikir.

Dialah wanita sholehah..
Yang senantiasa menjadi penentu.
Akan sebuah perubahan dunia.

Monday, April 10, 2006

SEBUAH RENUNGAN

KEIKHLASAN
tuk teman seperjuangan.

Keikhlasan sifatnya non material
Rela hati menelusuri kehidupan
Dengan tetesan keringat dan air mata
Dengan pengorbanan sebuah eksistensi diri
Hanya untuk mengubah paradigma semesta

Keikhlasan bagian dari spiritualitas
Sedang spiritualitas tak terukur oleh material
Wajah yang manis menjadi legam
Terkena panasnya terik sang surya
Hanya untuk mengharmonisasikan semesta.

Adakah keikhlasan tersimbolkan
Sedangkan simbol adalah representase makna
Bukankah simbol tuntutan syariat
Dalam upaya menapaki jalan spiritual
Ataukah keikhlasan tersimbolkan dalam bentuk kepanitiaan di LK
Tersimbolkan melalui tetesan keringat peluh tanpa bahasa

Keikhlasan adalah bagian dari spiritualitas
Menemukan spiritualitas melalui keikhlasan memberi
Dan tersingkapnya tabir
Jadikanlah diri milik semesta
Semesta merindukan sentuhan dan belaian tangan kita.

RENUNGAN SAHABAT

HMI-KU

HMI-ku...
Terkadang dianggap tak mempunyai arah yang jelas
Hanya berlindung di balik syariat
Tak terinternalisasi nilai-nilai Islam dalam diri kader
Nilai-nilai Islam semakin tereduksi.

HMI-ku...
Mengapa gerakan lain hanya dengan semangat wahyu dan doktrinal
mampu bertahan sedangkan kita tak bisa?
Bukankah kita telah memiliki ciri-ciri gerakan ideal
Memiliki konsep teologi,kosmologi,epistemologi,sosiologi dan eskatologi.
Ataukah pragmatisme menjangkit pada diri kita
Hingga terkadang meruntuhkan nilai-nilai persaudaraan
Ataukah tak mampu menemukan makna persaudaraan di HMI

Sahabatku...
Rasa individualisme telah menempa diri kita
Bukankah kita ingin membentuk kebersamaan
Bukankah kebersamaan adalah kunci suatu perubahan
Individu tak bisa berbuat tanpa masyarakat
Mungkinkah konsep idealitas HMI tidak jelas
Sedang hedonisme sudah ada di tubuh HMI
Meski dilingkupi oleh syariat.

Sahabatku...
Mungkinkah tidak terjadi reorientasi kesempurnaan diri
Ataukah menganggap kesempurnaan diri tidak prinsipil
Hingga kebanyakan kita tidak bersikap arif
Ataukah kita tidak melakukan pembiasaan
Sedang kultur terbentuk dari pembiasaan

HMI-ku...
Perkaderan kita adalah perkaderan profetis
Perkaderan para nabi
Membentuk kader yang selalu ditempa masalah
Menjadikan sosok pendamba kelelahan
Hingga masalah menjadi suatu hal yang lumrah.

Sahabat...
Bukankah masalah yang kita hadapi
Adalah bagian terkecil dari penderitaan nabi
Bukankah para nabi memiliki kebesaran jiwa
Menanggung segala penderitaan alam,manusia dan binatang.

Ketika kita sudah beribadah
Lalu ditempa musibah
Mungkin ada ibadah yang belum terlaksanakan
Apakah pantas kita menyesal
Sedangkan bagi orang beriman tak akan mengenal kata penyesalan
Sebelum bertindak telah difikirkan secara matang

Sahabat...
Andai saja kalian tahu
Setiap butiran keringat yang mengalir di tubuh kita
Butiran kristal bening di sudut mata
Adalah bagian dari kenikmatan spiritual.

PUISI

SEPASANG BOLA MATA
tuk naisya yg tlah menghianati ijo-putik

Rona wajah meratap di altar kebahagiaan
Beraroma gincu berirama syahdu
Mengukir senyum terbalut kepuraan
Terselimuti gaun bermahkota

Wajah lugu berhiaskan jejaring rasa
Menyembunyikan kesedihan di balik jubah kuning
Meronta-ronta naik di altar kebahagiaan
Gincu berlalu bersama kristal bening
Potret si kembang duduk bersama pangeran

Bola mata di bawah altar kebahagiaan
Berbinar memandang gaun diemaskan
Menyelam ke dalam samudra merah jambu
Menemukan noktah merah merona
Rupanya si kembang meronta menelusuri lilitan duri

Duhai kembang bergaun diemaskan
Terbanglah engkau bersama waktu yang terus menari
Mengarungi semesta bersama tarian jiwa
Lenyapkan kerisauanmu akan binarnya sepasang bola mata

Sepasang bola mata tetap tersenyum
Dan akan tetap melukis senyuman
Meski dengan warna yang retak
sekret 1 april 2006







1 komentar:

master togel mengatakan...

KISAH NYATA..............
Ass.Saya ir Sutrisno.Dari Kota Jayapura Ingin Berbagi Cerita
dulunya saya pengusaha sukses harta banyak dan kedudukan tinggi tapi semenjak
saya ditipu oleh teman hampir semua aset saya habis,
saya sempat putus asa hampir bunuh diri,tapi saya buka
internet dan menemukan nomor Ki Kanjeng saya beranikan diri untuk menghubungi beliau,saya di kasih solusi,
awalnya saya ragu dan tidak percaya,tapi saya coba ikut ritual dari Ki Kanjeng alhamdulillah sekarang saya dapat modal dan mulai merintis kembali usaha saya,
sekarang saya bisa bayar hutang2 saya di bank Mandiri dan BNI,terimah kasih Ki,mau seperti saya silahkan hub Ki
Kanjeng di nmr 085320279333 Kiyai Kanjeng,ini nyata demi Allah kalau saya tidak bohong,indahnya berbagi,assalamu alaikum.

KEMARIN SAYA TEMUKAN TULISAN DIBAWAH INI SYA COBA HUBUNGI TERNYATA BETUL,
BELIAU SUDAH MEMBUKTIKAN KESAYA !!!

((((((((((((DANA GHAIB)))))))))))))))))

Pesugihan Instant 10 MILYAR
Mulai bulan ini (juli 2015) Kami dari padepokan mengadakan program pesugihan Instant tanpa tumbal, serta tanpa resiko. Program ini kami khususkan bagi para pasien yang membutuhan modal usaha yang cukup besar, Hutang yang menumpuk (diatas 1 Milyar), Adapun ketentuan mengikuti program ini adalah sebagai berikut :

Mempunyai Hutang diatas 1 Milyar
Ingin membuka usaha dengan Modal diatas 1 Milyar
dll

Syarat :

Usia Minimal 21 Tahun
Berani Ritual (apabila tidak berani, maka bisa diwakilkan kami dan tim)
Belum pernah melakukan perjanjian pesugihan ditempat lain
Suci lahir dan batin (wanita tidak boleh mengikuti program ini pada saat datang bulan)
Harus memiliki Kamar Kosong di rumah anda

Proses :

Proses ritual selama 2 hari 2 malam di dalam gua
Harus siap mental lahir dan batin
Sanggup Puasa 2 hari 2 malam ( ngebleng)
Pada malam hari tidak boleh tidur

Biaya ritual Sebesar 10 Juta dengan rincian sebagai berikut :

Pengganti tumbal Kambing kendit : 5jt
Ayam cemani : 2jt
Minyak Songolangit : 2jt
bunga, candu, kemenyan, nasi tumpeng, kain kafan dll Sebesar : 1jt

Prosedur Daftar Ritual ini :

Kirim Foto anda
Kirim Data sesuai KTP

Format : Nama, Alamat, Umur, Nama ibu Kandung, Weton (Hari Lahir), PESUGIHAN 10 MILYAR

Kirim ke nomor ini : 085320279333
SMS Anda akan Kami balas secepatnya

Maaf Program ini TERBATAS .

Poskan Komentar