Sabtu, 22 September 2012

alat musik daerah jawa tengah




Gamelan adalah seperangkat alat musik dengan nada pentatonis, yang terdiri dari : Kendang, Bonang, Bonang Penerus, Demung, Saron, Peking (Gamelan), Kenong & Kethuk, Slenthem, Gender, Gong, Gambang, Rebab,, Siter, Suling.
Komponen utama alat musik gamelan adalah : bambu, logam, dan kayu. Masing-masing alat memiliki fungsi tersendiri dalam pagelaran musik gamelan
Kata Gamelan sendiri berasal dari bahasa Jawa “gamel” yang berarti memukul / menabuh, diikuti akhiran “an” yang menjadikannya sebagai kata benda.  Sedangkan istilah gamelan mempunyai arti sebagai satu kesatuan alat musik yang dimainkan bersama.
Tidak ada kejelasan tentang sejarah terciptanya alat musik ini. Tetapi, gamelan diperkirakan lahir pada saat budaya luar dari Hindu – Budha  mendominasi Indonesia. Walaupun pada perkembangannya ada perbedaan dengan musik India, tetap ada beberapa ciri yang tidak hilang, salah satunya adalah cara “menyanyikan” lagunya. Penyanyi pria biasa disebut sebagai wiraswara dan penyanyi wanita disebut waranggana.
Menurut mitologi Jawa, gamelan diciptakan oleh Sang Hyang Guru pada Era Saka. Beliau adalah dewa yang menguasai seluruh tanah Jawa, dengan istana yang berada di gunung Mahendra di daerah Medangkamulan (sekarang Gunung Lawu).
Alat musik gamelan yang pertama kali diciptakan adalah “gong”, yang digunakan untuk memanggil para dewa. Setelah itu, untuk menyampaikan pesan khusus, Sang Hyang Guru kembali menciptakan beberapa peralatan lain seperti dua gong, sampai akhirnya terbentuklah seperangkat gamelan.
Pada jaman Majapahit, alat musik gamelan mengalami perkembangan yang sangat baik hingga mencapai bentuk seperti sekarang ini dan tersebar di beberapa daerah seperti Bali, dan Sunda (Jawa Barat).
Bukti otentik pertama tentang keberadaan gamelan ditemukan di Candi Borobudur, Magelang Jawa Tengah yang berdiri sejak abad ke-8. Pada relief-nya terlihat beberapa peralatan seperti suling bambu, lonceng, kendhang dalam berbagai ukuran, kecapi, alat musik berdawai yang digesek dan dipetik, termasuk sedikit gambaran tentang elemen alat musik logam. Perkembangan selanjutnya, gamelan dipakai untuk mengiringi pagelaran wayang dan tarian. Sampai akhirnya berdiri sebagai musik sendiri dan dilengkapi dengan suara para sinden.
Gamelan yang berkembang di Jawa Tengah, sedikit berbeda dengan Gamelan Bali ataupun Gamelan Sunda. Gamelan Jawa memiliki nada yang lebih lembut apabila dibandingkan dengan Gamelan Bali yang rancak serta Gamelan Sunda yang mendayu-dayu dan didominasi suara seruling. Menurut beberapa penelitian, perbedaan itu adalah akibat dari pengungkapan terhadap pandangan hidup “orang jawa” pada umumnya.
Pandangan yang dimaksud adalah : sebagai orang jawa harus selalu “memelihara keselarasan kehidupan jasmani dan rohani, serta keselarasan dalam berbicara dan bertindak”. Oleh sebab itu, “orang jawa” selalu menghindari ekspresi yang meledak-ledak serta selalu berusaha mewujudkan toleransi antar sesama. Wujud paling nyata dalam musik gamelan adalah tarikan tali rebab yang sedang, paduan seimbang bunyi kenong, saron kendang dan gambang serta suara gong pada setiap penutup irama.
Penalaan dan pembuatan orkes gamelan adalah suatu proses yang sangat kompleks. Gamelan menggunakan empat cara penalaan, yaitu “sléndro”,  “pélog”,  ”Degung” (khusus daerah Sunda, atau Jawa Barat), dan “madenda” (juga dikenal sebagai diatonis), sama seperti skala minor asli yang banyak dipakai di Eropa.


1. Kendang


Kendang, kendhang, atau gendang adalah instrumen dalam gamelan Jawa Tengah yang salah satu fungsi utamanya mengatur irama. Instrument ini dibunyikan dengan tangan, tanpa alat bantu.Jenis kendang yang kecil disebut ketipung, yang menengah disebut kendang ciblon/kebar. Pasangan ketipung ada satu lagi bernama kendang gedhe biasa disebut kendang kalih. Kendang kalih dimainkan pada lagu atau gendhing yang berkarakter halus seperti ketawang, gendhing kethuk kalih, dan ladrang irama dadi. Bisa juga dimainkan cepat pada pembukaan lagu jenis lancaran ,ladrang irama tanggung. Untuk wayangan ada satu lagi kendhang yang khas yaitu kendhang kosek.

Kendang kebanyakan dimainkan oleh para pemain gamelan profesional, yang sudah lama menyelami budaya Jawa. Kendang kebanyakan di mainkan sesuai naluri pengendang, sehingga bila dimainkan oleh satu orang denga orang lain maka akan berbeda nuansanya.


2. Gong

Gong merupakan sebuah alat musik pukul yang terkenal di Asia Tenggara dan Asia Timur. Gong ini digunakan untuk alat musik tradisional. Saat ini tidak banyak lagi perajin gong seperti ini.

Gong yang telah ditempa belum dapat ditentukan nadanya. Nada gong baru terbentuk setelah dibilas dan dibersihkan. Apabila nadanya masih belum sesuai, gong dikerok sehingga lapisan perunggunya menjadi lebih tipis. Di Korea Selatan disebut juga Kkwaenggwari. Tetapi kkwaenggwari yang terbuat dari logam berwarna kuningan ini dimainkan dengan cara ditopang oleh kelima jari dan dimainkan dengan cara dipukul sebuah stik pendek. Cara memegang kkwaenggwari menggunakan lima jari ini ternyata memiliki kegunaan khusus, karena satu jari (telunjuk) bisa digunakan untuk meredam getaran gong dan mengurangi volume suara denting yang dihasilkan.


3. SARON
Saron atau yang biasanya disebut juga ricik ,adalah salah satu instrumen gamelan yang termasuk keluarga balungan.

Dalam satu set gamelan biasanya mempunyai 4 saron, dan semuanya memiliki versi pelog dan slendro. Saron menghasilkan nada satu oktaf lebih tinggi daripada demung, dengan ukuran fisik yang lebih kecil. Tabuh saron biasanya terbuat dari kayu, dengan bentuk seperti palu.
Cara menabuhnya ada yang biasa sesuai nada, nada yang imbal, atau menabuh bergantian antara saron 1 dan saron 2. Cepat lambatnya dan keras lemahnya penabuhan tergantung pada komando dari kendang dan jenis gendhingnya. Pada gendhing Gangsaran yang menggambarkan kondisi peperangan misalnya, ricik ditabuh dengan keras dan cepat. Pada gendhing Gati yang bernuansa militer, ricik ditabuh lambat namun keras. Ketika mengiringi lagu ditabuh pelan.
Dalam memainkan saron, tangan kanan memukul wilahan / lembaran logam dengan tabuh, lalu tangan kiri memencet wilahan yang dipukul sebelumnya untuk menghilangkan dengungan yang tersisa dari pemukulan nada sebelumnya. Teknik ini disebut memathet (kata dasar: pathet = pencet).






4. KENONG
"Kenong" merupakan salah satu alat musik yang menyusun gamelan Jawa. Kenong termasuk dalam golongan pencon, yang termasuk di dalamnya juga gong,bonang, dan kethuk.Kenong merupakan unsur instrumen pencon gamelan yang paling gemuk, dibandingkan dengan kempul dan gong yang walaupun besar namun berbentuk pipih. Kenong ini disusun pada pangkon berupa kayu keras yang dialasi dengan tali, sehingga pada saat dipukul kenong tidak akan bergoyang ke samping namun dapat bergoyang ke atas bawah, sehingga menghasilkan suara. Bentuk kenong yang besar menghasilkan suara yang rendah namun nyaring dengan timber yang khas (dalam telinga masyarakat Jawa ditangkap berbunyi ning-nong, sehingga dinamakan kenong). Dalam gamelan, suara kenong mengisi sela-sela antara kempul.

NOTASI


Setiap pencon dari kenong memiliki satu nada, yang bervariasi antara 1 (ji) hingga 6 (nem)


5. BONANG PENERUS

Bonang Penerus adalah Bonang yang paling kecil, beroktaf tinggi. da teknik tabuhan pipilan, bonang panerus berkecepatan dua kali lipat dari pada bonang barung. Walaupun mengantisipasi nada-nada balungan, bonang panerus tidak berfungsi sebagai lagu tuntunan, karena kecepatan dan ketinggian wilayah nadanya. Dalam teknik tabuhan imbal-imbalan, bekerja sama dengan bonang barung, bonang panerus memainkan pola-pola lagu jalin menjalin.

CARA MAIN


Bonang Penerus cara memainkannya yaitu sama persis dengan Bonang Barung. Bonang Penerus hanya tinggal mengikuti kemana alur lagu dari Bonang Barung.



7. SLENTHEM
Slenthem merupakan salah satu instrumen gamelan yang terdiri dari lembaran lebar logam tipis yang diuntai dengan tali dan direntangkan di atas tabung-tabung dan menghasilkan dengungan rendah atau gema yang mengikuti nada saronricik, danbalungan bila ditabuh. Beberapa kalangan menamakannya sebagai gender penembung. Seperti halnya pada instrumen lain dalam satu set gamelan, slenthem tentunya memiliki versi slendro dan versi pelog. Wilahan Slenthem Pelog umumnya memiliki rentang nada C hingga B, sedangkan slenthem slendro memiliki rentang nada CDEGAC'.

CARA MEMAINKAN


Cara menabuh slenthem sama seperti menabuh balungan, ricik, ataupun saron. Tangan kanan mengayunkan pemukulnya dan tangan kiri melakukan "patet", yaitu menahan getaran yang terjadi pada lembaran logam. Dalam menabuh slenthem lebih dibutuhkan naluri atau perasaan si penabuh untuk menghasilkan gema ataupun bentuk dengungan yang baik. Pada notasi CDEG misalnya, gema yang dihasilkan saat menabuh nada C harus hilang tepat saat nada D ditabuh, dan begitu seterusnya.
Untuk tempo penabuhan, cara yang digunakan sama seperti halnya bila menggunakan balungan, ricik, dan saron. Namun untuk keadaan tertentu misalnya demung imbal, maka slenthem dimainkan untuk mengisi kekosongan antara nada balungan yang ditabuh lambat dengan menabuh dua kali lipat ketukan balungan. Atau bisa juga pada kondisi slenthem harus menabuh setengah kali ada balungan karena balungan sedang ditabuh cepat, misalnya ketika gendhing Gangsaran pada adegan perangan.



8. SITER DAN CELEMPUNG
Siter dan celempung adalah alat musik petik di dalam gamelan Jawa. Ada hubungannya juga dengan kecapi di gamelan Sunda.

Siter dan celempung masing-masing memiliki 11 dan 13 pasang senar, direntang kedua sisinya di antara kotak resonator. Ciri khasnya satu senar disetel nada pelog dan senar lainnya dengan nada slendro. Umumnya sitar memiliki panjang sekitar 30 cm dan dimasukkan dalam sebuah kotak ketika dimainkan, sedangkan celempung panjangnya kira-kira 90 cm dan memiliki empat kaki, serta disetel satu oktaf di bawah siter. Siter dan celempung dimainkan sebagai salah satu dari alat musik yang dimainkan bersama (panerusan), sebagai instrumen yang memainkan cengkok (pola melodik berdasarkan balungan). Baik siter maupun celempung dimainkan dengan kecepatan yang sama dengan gambang (temponya cepat).
Nama "siter" berasal dari Bahasa Belanda "citer", yang juga berhubungan dengan Bahasa Inggris "zither". "Celempung" berkaitan dengan bentuk musikal Sundacelempungan.
Senar siter dimainkan dengan ibu jari, sedangkan jari lain digunakan untuk menahan getaran ketika senar lain dipetik, ini biasanya merupakan ciri khas instrumen gamelan. Jari kedua tangan digunakan untuk menahan, dengan jari tangan kanan berada di bawah senar sedangkan jari tangan kiri berada di atas senar.
Siter dan celempung dengan berbagai ukuran adalah instrumen khas Gamelan Siteran, meskipun juga dipakai dalam berbagai jenis gamelan lain.



9. DEMUNG
Demung adalah salah satu instrumen gamelan yang termasuk keluarga balungan.

Dalam satu set gamelan biasanya terdapat 2 demung, keduanya memiliki versi pelog dan slendro. Demung menghasilkan nada dengan oktaf terendah dalam keluarga balungan, dengan ukuran fisik yang lebih besar. Demung memiliki wilahan yang relatif lebih tipis namun lebih lebar daripada wilahan saron, sehingga nada yang dihasilkannya lebih rendah. Tabuh demung biasanya terbuat dari kayu, dengan bentuk seperti palu, lebih besar dan lebih berat daripada tabuh saron.
Cara menabuhnya ada yang biasa sesuai nada, nada yang imbal, atau menabuh bergantian antara demung 1 dan demung 2, menghasilkan jalinan nada yang bervariasi namun mengikuti pola tertentu. Cepat lambatnya dan keras lemahnya penabuhan tergantung pada komando dari kendang dan jenis gendhingnya. Pada gendhing Gangsaran yang menggambarkan kondisi peperangan misalnya, demung ditabuh dengan keras dan cepat. Pada gendhing Gati yang bernuansa militer, demung ditabuh lambat namun keras. Ketika mengiringi lagu ditabuh pelan. Ketika sedang dalam kondisi imbal, maka ditabuh cepat dan keras.

Jumat, 21 September 2012

lirik lagu stop girl


Yeah ….Yeah…Yeah…Yeah…Yeah…Yeah…Yeah…
Oh, soljiki marhalge yeogi kkajiga

jeongmal majimagi anya no more, I’m so tired
Oh, jogeum gidarilge nunmul boijineun ma
siganeun ganeunde
And the tears in your eyes tellin’ me goodbye

Some days huhoe hagetji

Some days ulgido hagetji
Today’s the day that I’ll be flyin’ away yeah
neol wihae modeun geol julge
neol wihae sarangeul halge
And now my heart is depleted
geunde neon wae ee

Stop girl, in the name of love

Stop girl, in the name of love Eh Eh
Stop girl, in the name of love
kkumeun anil kkeoya
I know your love isn’t real

Yeah…Yeah…Yeah…Yeah…
And I know that

igeon sarangi ani janha
urin geimi ani janha u
neodo jal al janha

Some days huhoe hagetji

Some days ulgido hagetji
Today’s the day that I’ll be flyin’ away yeah
neol wihae modeun geol julge
neol wihae sarangeul halge
And now my heart is depleted
geunde neon wae ee

Stop girl, in the name of love

Stop girl, in the name of love Eh Eh
Stop girl, in the name of love
kkumeun anil kkeoya
I know your love isn’t real

NOW STOP

ije geumanhae ireon gwangye
eotteon ui mugame jeon hwahae bame
“jalja” marhagi gojag ittange dande
deoneun gung geum halge eobtneun
uri seulpeun gwangye

STOP gakkeumeun niga tibie

nawa amureohji anheun cheog
haneunge utgyeo tonawa
tto nawan dareun cheog yeong muneul
moreuneun cheog neon hangsang kurhan
cheog ijen geuman meomchwo

Stop girl, in the name of love

uri sarang haneun geo neodo al janha
Stop girl in the name of love Eh Eh
Stop girl in the name of love
kkumeun anil kkeoya
I know your love isn’t real

neodo himdeul getji nado da ara

geuraedo seoro eobsin sal su eobt janha janha

kkumeun anil kkeoya

I know your love isn’t real

Stop girl, in the name of love

Sabtu, 15 September 2012

download komik doraemon


Pengarang: Fujiko F. Fujio

Sinopsis:
Kehidupan awal Doraemon tidak begitu baik. Ia adalah sebuah robot gagal yang dilelang kepada sebuah keluarga miskin yang terlilit utang, yang tak lain adalah keluarga keturunan Nobi Nobita. Doraemon pernah menjalani masa-masa berat: Ia hanya menjadi penjaga bayi setelah gagal melewati ujian di akademi robot, kedua telinganya hancur setelah digigit robot tikus, catnya luntur akibat ulahnya sendiri, dan masih banyak kisah sedih yang ia lalui di tahun pertama kelahirannya. Sampai suatu ketika, keluarganya mengirimkan ia kembali ke masa lalu, kira-kira 250 tahun yang lalu, zaman dimana Nobita Nobi, leluhur keluarga ini, masih hidup di Tokyo.

Misi Doraemon adalah untuk menolong Nobi Nobita, buyut dari Sewashi, pemilik doraemon. Nobita adalah seorang anak yang selalu mengalami nasib sial dan tak punya kemampuan apa-apa. Ia bodoh dalam pelajaran sekolah dan tidak bisa berolahraga, Nobita hanya berbakat dalam tembak-menembak dan tidur; kemampuan yang hampir tak berguna di zaman Jepang modern. Inilah alasan mengapa ia gagal menjalani kehidupannya. Dan Doraemon dikirim dari masa depan untuk menjadikannya seorang pria yang sukses. Sangat ironis, sebuah robot gagal datang membantu seorang anak yang gagal. Tetapi pada kenyataannya, persahabatan kedua anak ini membuat mereka menjadi seseorang yang lebih baik.

Doraemon tiba di tahun 1969, pada hari Tahun Baru Jepang. Ia keluar dari laci meja milik Nobita, dan sejak saat itu ia tinggal bersama Nobita, misinya adalah untuk mencegah Nobita menjadi orang gagal. Setiap kali Nobita tertimpa masalah, Doraemon akan segera membantu dengan alat-alat ajaibnya.

Kelihatannya misi Doraemon berhasil, karena ketika mereka menjelajah ke masa depan, Nobita melihat dirinya menikah dengan Shizuka, tidak dengan Jaiko sebagaimana mestinya. Dia juga melihat keturunannya hidup dalam kondisi yang lebih baik daripada ketika Sewashi mengirim Doraemon dulu; bahkan keturunan Nobi mampu membeli robot yang "tidak gagal", Dorami.

Diceritakan dalam manga dan serial TV-nya, Doraemon dan Nobita saling bekerja sama untuk memperbaiki kehidupan mereka masing-masing. Mereka saling bekerja sama dan tolong-menolong. Banyak juga cerita yang menampilkan kisah keberanian dan kegigihan mereka untuk mempertahankan persahabatan yang sudah mereka jalin.


Download Komik Doraemon Bahasa Indonesia gratis. Format filenya cbr, untuk bisa membuka file nya diperlukan CDisplay atau sofware pendukung lainnya. CDisplay bisa di download disini.


download komik doraemon spesial :



lirik lagu oh japanese version


 

[All] Shōjo no egao de brand new Sound ([Tiffany] I like the way you smile)
Sekai ga mawatte One More Round ([Tiffany] like the way you talk)
Dance dance dance till we run this town ([Tiffany] gonna be ready?)
Oppa oppa I’ ll be I’ ll be ([Tiffany] I wanna be)
Down Down Down Down ([Tiffany] something new, Oh!)

[Seohyun] Hey! Otona ni hawari to narenai
[Tiffany] Sore ga ī yo ne maibūmu Ha!
[Yuri] Meiku shite kokoro hazumu
[Jessica] Wana o kakete dārling

[Taeyeon] Tsugitsugi hādoru a tte mo
Jakkujakku sakusesu aru no yo
[Sooyoung] Otomeda wa mune no kane ga
[Yoona] Mahha go to go

[All] Oh Oh Oh oppareul saranghae
Ah Ah Ah Ah manhi manhihae

[Sunny] Sugu ni doko ka itsu chau yo
[Taeyeon] Chidjimaranai kyori yada yo
[All] Dō ka dō ka tsunaide

[All] Shōjo no egao de brand new Sound
Sekai ga mawatte One More Round
Dance dance dance till we run this town
Oppa oppa I’ ll be I’ ll be Down Down Down Down

[Jessica] O jama ka na? Shokkuna genba
[Sunny] Kanojoiru no ōmaigā
[Sooyoung] Dōse ima wa koibito ika yo
[Hyoyeon] Itsumo no koto To bad

[Tiffany] Muda muda denwa o kakete mo
Uchiakecha dame chiru wa yo
[Hyoyeon] Otomenara ichido kimetara
[Seohyun] Zutto matsu no!

[All] Oh Oh Oh oppareul saranghae
Ah Ah Ah Ah maji majide

[Yuri] Sugu ni suki tte itsu chaisō
[Yoona] Chidjimaranai koi yada yo
[All] Shokkuna hāto uchinuite

[All] Shōjo no negao o brand new Sound
Mitsumete onegai One More Night
Down Down ijiwaru mahō wa
Motamota iranai no no no no

[Jessica] Tell me boy boy love it it it it it it it ah!

[All]Oh Oh Oh oppareul saranghae
Ah Ah Ah Ah manhi manhihae
Oh Oh Oh oppareul saranghae
Ah Ah Ah Ah majimaji de

[Taeyeon] Dō ka dō ka tsunaide

[All] Oh Oh Oh Oh
Ah ah ah ah
Oh Oh Oh oh oh oh oh oh oppareul saranghae
Ah Ah Ah Ah ah ah ah ah manhi manhihae
Oh Oh Oh oppareul saranghae
Ah Ah Ah Ah majimaji oh

ENGLISH :



I’m gonna take you to a brand new sound
With the new me, One more round
Dance Dance Dance till we run this town
Oppa oppa I’ll be I’ll be down down down down

Hey oppa look at me, just take a look at me
I’m gonna show you something good
I fixed my hair and put on make-up too
I’m gonna make you love me too

My heart is suffocating
Imagining me confessing
My heart beats, my mind spins
What is this, I can’t hold it in any longer

Oh! Oh! Oh! Oppa, I love you
Ah! Ah! Ah! Ah! Burning, burning up
It’s embarrassing so don’t laugh
It’s the truth so don’t make fun either
Just tell me that you love me now

I’m gonna take you to a Brand new sound
With the new me, One more round
Dance Dance Dance till we run this town
Oppa oppa I’ll be I’ll be down down down down

Oppa, just listen to me
I’m gonna tell you something true
Don’t think of me just as a younger sister
I’m gonna get you, get get you

My heart is frustrated
You don’t even know it at all
You keep on twitching, you annoyingly joke around
Don’t surprise me Ah! Ah! Ah!

Oh! Oh! Oh! Oppa, I love you
Ah! Ah! Ah! Ah! Burning, burning up
It’s embarrassing so don’t laugh
It’s the truth so don’t make fun either
Just tell me that you love me now~

Oh~

I’m not the person you knew before, Brand new sound
With the new me, One more round
Dance Dance Dance till we run this town
Oppa oppa I’ll be I’ll be down down down down

Tell me, boy, boy, love it? it it it it it it, Ah!

Oh! Oh! Oh! Oppa, I love you
Ah! Ah! Ah! Ah! A lot, a lot
Oh! Oh! Oh! Oh! Oh! Oh! Oh! Oppa, I love you
Ah! Ah! Ah! Ah! Ah! Ah! Ah! Ah! Burning, burning up
Just tell me that you love me now

Oh! Oh! Oh! Oppa, I love you
Ah! Ah! Ah! Ah! Burning, burning up
Oh! Oh! Oh! Oh! Oh! Oh! Oh! Oppa, I love you
Ah! Ah! Ah! Ah! Ah! Ah! Ah! Ah! Burning, burning
Oh!

SNSD – Oh! Original Version Lyrics (Romanization)

I’m gonna take you to a brand new sound
saerowojin nawa hamgge One more round
Dance Dance Dance till we run this town
oppa oppa I’ll be I’ll be down down down down

Hey oppa na jom bwa nareul jom barabwa
I’m gonna show you something good
morido hago hwajangdo haetneunde
I’m gonna make you love me too

dabdabhae naui mam
sangsanghae gobaekhaneun na
gaseumeun dugeundugeun meorineun bingeulbingeul
mwoya deoneun mot chamgettdagu

Oh! Oh! Oh! oppareul saranghae
Ah! Ah! Ah! Ah! Burning, burning up
sujubeuni jebal utjimayo
jinshimini nollijido marayo
Just tell me that you love me now

I’m gonna take you to a Brand new sound
saerowojin nawa hamgge One more round
Dance Dance Dance till we run this town
oppa oppa I’ll be I’ll be down down down down

oppa jamgganman jamgganman deureobwa
I’m gonna tell you something true
dongsaengeuroman saenggakhajin mara
I’m gonna get you, get get you

eogulhae naemameul
aljido mothamyeonseo
jakkuman ssillukssilluk jangnanman kkanjukkkanjuk
nollajineunma ah ah ah

Oh! Oh! Oh! oppareul saranghae
Ah! Ah! Ah! Ah! Burning, burning up
sujubeuni jebal utjimayo
jinshimini nollijido marayo
Just tell me that you love me now~

Oh~

jeone aldeon naega anya Brand new sound
saerowojin nawa hamgge One more round
Dance Dance Dance till we run this town
Oppa oppa I’ll be I’ll be down down down down

Tell me, boy, boy, love it? it it it it it it, Ah!

Oh! Oh! Oh! oppareul saranghae
Ah! Ah! Ah! Ah! Burning, burning up
Oh! Oh! Oh! Oh! Oh! Oh! Oh! oppareul saranghae
Ah! Ah! Ah! Ah! Ah! Ah! Ah! Ah! Burning, burning up
Just tell me that you love me now

Oh! Oh! Oh! oppareul saranghae
Ah! Ah! Ah! Ah! Burning, burning up
Oh! Oh! Oh! Oh! Oh! Oh! Oh! oppareul saranghae
Ah! Ah! Ah! Ah! Ah! Ah! Ah! Ah! Burning, burning
Oh!